Aliansi LSM-Mahasiswa Kepri Laporkan Maraknya Peredaran Narkoba ke Mabes Polri

IsuPublik.com, Batam – Perwakilan LSM dan Mahasiswa Provinsi Kepri-Batam mendatangi langsung Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) di Jalan Trunojoyo No.3, Jakarta Selatan, Senin (13/2). Guna melaporkan maraknya peredaran Narkoba di Provinsi Kepri, khususnya di Kota Batam.

Dalam laporan yang disampaikan, LSM dan Mahasiswa meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk melakukan Sidak ke Batam dan menutup seluruh Tempat Hiburan Malam (THM) yang terindikasi banyak beredar Narkoba. Sebab dalam pantauan mereka selama ini banyak THM tidak tersentuh aparat keamanan setempat.

“Kami sudah sampaikan ke Kapolri, harapannya segera turun ke Batam dan menutup tempat hiburan malam yang terindikasi menjadi tempat peredaran Narkoba,” ujar Ketua Forum Kepemimpinan Mahasiswa (FKM) Kepri, Rizki Firmanda ke jurnalis di Batam, Kamis (15/02/18).

Dalam laporannya, Rizki dan sejumlah rekannya menyebutkan sedikitnya ada 8 THM di Batam yang terindikasi menjadi tempat Narkoba diperjualbelikan secara bebas, akan tetapi sama sekali tidak tersentuh oleh aparat keamanan.

“Kami mengapresiasi pengungkapan yang dilakukan polisi dan BNN di Batam selama ini, tapi kami menemukan masih ada tempat-tempat yang tidak tersentuh aparat keamanan,” kata Rizki lagi.

Bayangkan, kata aktivis mahasiswa Kepri ini, di Batam dalam beberapa hari terakhir ada pengungkapan sabu 3 ton dan pil ektasi 27 ribu. Ini menandakan Batam benar-benar darurat narkoba dan harus disikapi.

Menurutnya, kalau aparat keamanan serius hendak memberantas penyalahgunaan Narkoba di Batam, harusnya tempat-tempat yang terindikasi sebagai lokasi peredaran atau pemasaran segera diberantas.

Senada disampaikan oleh Presiden BEM STIE Ibnu Sina Batam, Habibi, bahwa peredaran Narkoba di Batam sudah pada tahap darurat. Dimana hampir setiap hari ada pengungkapan narkoba di Batam.

Karenanya, kata Habibi, ini harus ditangani secara serius dan melibatkan banyak pihak, sebelum lebih banyak lagi jatuh korban jiwa dan merusak generasi muda.

“Ini mengancaman masa depan pelajar, mahasiswa dan pemuda, dan ini harus ada gerakan bersama melawan narkoba,” ungkap Mahasiswa STIE Ibnu Sina Batam ini.

Pada kesimpulannya, aliansi LSM dan Mahasiswa mendesak agar sidak dan penutupan THM yang dimaksudkan harus sesegera mungkin dilakukan. (Ry)

SHARE