Asmaini di Tersangkakan Polisi, Padahal Spontan Siram Dengan Kuah Gulai, Ini Ungkapannya

Isupublik.com, – Tanjungpinang, – Sudah jatuh ketimpah tangga pula, inilah kata yang pas diucapkan terhadap Asmaini peristiwa yang dialaminya, mendapat perlakuan yang tidak di inginkannya diserang oleh tetangganya lima orang beranak cucu, hingga membuat isi rumahnya (Asmaini.red) beratakan.

Yang lebih menyeramkan, tidak puas menyerang kerumah Asmaini. Dengan licik pihak Ria Wani malah melaporkan Asmaini ke Mapolresta Tanjungpinang dengan alasan cucunya Dzakwan disiram Oleh Asmaini dengan kuah Gulai Pakis yang hampir basi, sepertinya jurus jitu meyakinkan penyidik, sehingga Asmaini ditetapkan tersangka.

Prestiwa itu terjadi pada, Jum’at sekira pukul 15.00 Wib, 27 Mei 2022, di rumah tempat tinggal Asmaini sekeluarga, di jalan Bukit Cermin No 28, RT 01 RW 04 kelurahan Bukit Cermin kecamatan Tanjungpinang Barat, Kota Tanjungpinang.

Sedangkan petugas Polresta Tanjungpinang datang kerumah Asmaini sejumlah 5 orang berpakaian bebas dengan mengendarai sebuah mobil warna hitam Dop. Setelah dirumah Asmaini, anggota reskrim polresta tanjungpinang mengintrogasi Asmaini, terkait peristiwa kejadian tersebut pada, Kamis 23 juni 2022.

“Setelah mendapatkan penjelasan dari Asmaini petugas tersebut meminta Asmaini untuk datang ke Polresta Tanjungpinang pada Jum’at 24 Juni 2022 sekira pukul 11.00 Wib. kemudian petugas tersebut pergi meninggalkan rumah Asmaini, sekira pukul 16.00 Wib pada saat itu,” jelas Bento anak Asmaini.

Pada hari Jum’at 24 Juni Asmaini terlambat datang ke Mapolres Tanjungpinang, sesuai waktu yang telah ditentukan, namun menurut keterangan Bento anak ke 2 dari Asmaini menyebutkan bahwa mereka terlambat datang ke kantor Polresta.

“Hingga salah seorang anggota Polresta Tanjungpinang datang kembali ke rumah Asmaini medesak agar kami cepat ke kantor Polres,” sebut Bento.

Setelah di Kantor Satreskrim Polres Tanjungpinang, anggota Satreskrim melakukan penyidikan terhadap Asmaini, langsung menetapkan Asmaini sebagai tersangka, sehingga Asmaini ditahan sejak ditetapkan tersangka.

Pada saat media ini mendatangi kasat reskrem Polresta Tanjungpinang AKP Awal Sya’ban Arahap, untuk melakukan konfirmasi terkait peristiwa tersebut, pada senin 4 Juli 2022, namun sangat disayangkan salah seorang stafnya mengatakan Kasat tidak bisa ditemui.

“Maaf pak hari ini pak Kasat tidak bisa, karena jadwal pak kasat mau rapat,” sebutnya kepada media ini.

Kemudian media ini menemui terlapor dalam presitiwa tersebut Asmaini didalam tahanan Polres Tanjungpinang, Asmaini mengatakan kepada media ini, meminta agar pihak penyidik melakukan penyidikan sesuai fakta dan realita dilapangan, tidak mendengarkan sepihak,” sebutnya.

Ditambahkan Asmaini, atas kejadian itu sepontan dirinya menyiramkan kuah gulai pakis yang sudah dingin, bertujuan untuk membubarkan penyerangan terhadap anak saya yang bernama Bento sedang dikerumuni pihak Ria Wani bersama anak cucunya.

“Padahal Ria Wani awalnya menyerang anak perempuan saya bernama Ayuma Putri berumur 10 tahun, bahkan Ria Wani sempat menyiram anak saya dengan Air Kolam di teras rumah saya,” kata Asmaini.

Bukan itu saja, kata Asmaini bahwa Ria Wani masuk kedalam kerumah upaya menyerang anaknya, hingga Ria Wani menggoncang ayunan anak yang sedang dalam ayunan, berumur 7 bulan.

“Saat saya dan anak saya (Bento.red) berupaya menghentikan, namun Ria Wani menjambak rambut saya,” kata Asmaini kepada media ini.

Ditempat terpisah, membaca statement Kasat Reskrim Polresta Tanjungpinang yang dimuat di sejumlah media, Kornologis kejadian bermula saat ibu korban DN pulang kerja dan sesampai dirumah korban melihat tumpukan sampah nasi didalam kolam taman rumah, kemudian ibu korban membuang nasi itu, ke pinggir jalan depan rumah.

“Tetapi atas pembuangan nasi ke pinggir jalan itu, membuat ibu korban DN dan AS cekcok, Dan saat itu sempat dilerai, tetapi keduanya tetap cecok”, ungkap AKP Awal Sya’ban Arahap, Sabtu (25/6).

“Bento sangat menyayangkan atas pemberitaan yang diterbitkan media tersebut, tidak sesuai fakta dan realita kejadian yang sebenarnya, seperti menuliskan korban DN berumur 10 tahun. Sedangkan DN tersebut adalah Dzakwan berumur 15 tahun, sudah tamat sekolah SMP, bahkan Dzakwan tersebut ikut menyerang kerumah keluarga Asmaini,” kata Bento yang berada di TKP tersebut.

Ketika media ini berupaya melakukan konfirmasi dengan pihak pelapor (Ria Wani..red) di Bukit Cermin pada selasa 5 Juli 2022. Namun Ria Wani tidak berhasil ditemui, keterangan dari tetangganya sedang tidak berada di rumah. (Red)

SHARE