Dedi Gumelar: Kalau Serius Bekerja, Anggota DPR Tak Sempat Berenang apalagi Spa

Dedi Gumelar

IsuPublik.com, Jakarta – ANGGOTA DPR RI periode 2009 – 2014 dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Dedi Gumelar mempertanyakan rencana pembangunan Gedung DPR RI yang selalu gagal lantaran tidak mendapat restu dari masyarakat. Menurutnya, frasa memenuhi rasa keadilan dan kepatutan sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 3 dalam UU nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara adalah sangat subjektif.

“Ya, bagaimana orang melhatnya. Akhirnya DPR ngalah lagi, sudah diketok (di Banggar) eh hangus lagi. Tapi menurut saya kalau dilihat dari prosesnya asal sudah memenuhi kepatutan saja, cukup,” ujar Dedi di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (20/9).

Ia juga heran mengapa setiap ada rencana pembangunan Gedung DPR RI isu yang muncul malah rencana pembangunan kolam renang, SPA dan fasilitas mewah lainnya. Menurutnya, anggota dewan yang serius bekerja tidak pernah akan sempat untuk menggunakan fasilitas tersebut.

“Saya ditanya orang, kolam renang itu bener? Menurut saya kalau anggota dewan betul-betul kerja tidak bakal sempat renang apalagi SPA. Karena harus hadir di dua sidang dalam waktu yang sama,” tandasnya.

Dedi juga membandingkan respons masyarakat terhadap rencana pembangunan Gedung DPR RI dengan rencana militer dalam pebelian alutsista. Ia menambahkan masyarakat perlu diberi informasi yang jelas perihal rencana pembangunan Gedung DPR RI. Menurutnya, sebagian dari masyarakat yang menolak itu lantaran tidak mengetahui secara jelas akan rencana pembangunan Gedung DPR RI.

Oleh karena itu, ia bersyukur di periode DPR 2015 – 2019 sudah ada upaya dari pihak Kesekjenan DPR RI sebagai “juru bicara” DPR untuk menjelaskannya keapda publik. Baca juga: Gedung Baru DPR Habiskan Rp 950 Miliar

“Ngapain beli senjata, toh kita tidak pernah perang? Tapi tidak ada yang pernah berani (mengkritik) loh. Ada yang mengkritisi anggaran pertahanan? Tidak ada tuh. LSM juga tidak,” ujarnya.

Media Indonesia  

SHARE