DPRD Kota Batam: 1000 Telur-pun Melempar, Batu Takan Hancur

Isupublik.com, Batam – Puluhan masyarakat Sei Nayon Bengkong Kolam, Kel. Sadai Bengkong datangi gedung DPRD Kota Batam Rabu (8/11/17) siang.Tujuan mereka adalah meminta keadilan atas lahan yang mereka tempati semenjak tahun 90-an yang saat ini statusnya digugat oleh PT Arsikon.

Masyarakat yang telah mempunyai rumah permanen ini, disambut oleh Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto, Ketua Komisi I Budi Mardianto dan Wakil Ketua Komisi I Harmidi Umar Husen di Ruang Rapat Serbaguna.

Dalam penyampaiannya dalam forum tersebut, tampak Harmidi meneteskan airmata karna mengingat keluhan serta status masyarakat Sei Nayon saat ini.

Usai pertemuan, saat di temui awak media ini Harmidi mengatakan, alasan ia sedih dikarenakan pihak perusahaan yang memohon lahan kepada BP Batam pada tahun 2003 tersebut,  meminta bayar administrasi kepada masyarakat yang menempati lahannya itu sebesar Rp 1.200.000/meter.Sedangkan perusahaan belum ada melakukan aktifitas dan lahan tersebut telah di timbun dan ditempati masyarakat, sehingga bukan tampak seperti ruli lagi.

“Lahan tersebut telah ditimbun oleh masyarakat, mungkin kalau di ukur barangkali ada tingginya 1,5 meter, dan tampak seperti rumah layak hunyi dan bukan ruli lagi,” paparnya.

Ia juga menyebutkan, dalam RDP  yang pertama,  pihak perusahaan  mengatakan bahwasannya msyarakat saat ini yang menempati lahannya sebanyak 3 rt dan 300 KK telah berdomisili disana.

Alasan saya sedih, juga lewat pengalaman saya pada saat di Kampung Harapan, karena masyarakat t bagaikan telor dan pengusaha batu, walaupun 1000 pun telor melempar batu, telornya pun tetap pecah, dan batu pun tak akan hancur,” ujarnya.

DPRD Kota Batam akan berupaya  melakukan mediasi antara pihak perusahaan dan masyarakat. (Bondan)

SHARE