Gerakan Anak Melayu (GERAM), Akan Siap Membantu Pemerintah Dalam Pembangunan Kota Tanjungpinang

Isupublik.com, – Tanjungpinang – Gerakan Anak Melayu atau lebih dikenal dengan sebutan GERAM merupakan organisasi yang beranggotakan anak melayu tempatan Tanjungpinang. GERAM memiliki visi misi untuk turut serta memajukan pembangunan Kota Tanjungpinang. Hal tersebut disampaikan pada kunjungan silaturahmi dengan Walikota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.IP, Sabtu (13/3), di Rumah Dinas Walikota, Senggarang.

Pada kesempatan itu, Ketua umum Dewan Pimpinan Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Aryandi menyampaikan untuk meminta kesediaan Walikota sebagai dewan penasehat di organisasi GERAM.

Aryandi mengatakan GERAM akan siap membantu pemerintah dalam pembangunan kota Tanjungpinang. “Segala kegiatan serta kebijakan pemerintah untuk pembangunan dan untuk masyarakat, kami dukung” ujarnya.

Rahma menyambut baik aksi GERAM untuk bersama memajukan Kota Tanjungpinang. Segala kegiatan yang dijalankan hendaknya sejalan dengan pemerintah. “Anak melayu tempatan tentu ingin kotanya maju, untuk itu mari bersama kita bangun kota kita agar lebih baik”, ucap Rahma di awal sambutannya.
Rahma menambahkan, akan segera dilakukan Penataan kampung kumuh di kawasan Tanjung Unggat.

“Pemerintah akan menata kembali kawasan Tanjung Unggat,” ujarnya.
Pemerintah terbuka untuk diberi masukan terkait apa yang perlu dibenahi atau diselesaikan. “Ada andil masyarakat disitu, dengan semangat dan jiwa muda anak melayu, bersama kita membangun Tanjungpinang karena anak melayu adalah pewaris”, sebut Rahma.

Terakhir Rahma berpesan kepada seluruh anggota GERAM agar mempunyai jati diri yang disegani. “Berikan contoh untuk yang lain, tanggap terhadap peluang, mampu berada di depan untuk memperjuangkan kotanya”, tutup Rahma.

Kepala bapelitbang, Surjadi, MT yang ikut mendampingi pada kegiatan itu menambahkan, kawasan melayu akan menjadi prioritas. “Masyarakat melayu pesisir harus menjadi perhatian bersama”, ucapnya.

Selain itu, wilayah Tanjung unggat juga menjadi perhatian untuk pembangunan wilayah kota kumuh. “Tahun ini program kotaku untuk UKM dengan anggaran 1 miliar yang bersumber dari APBN”, jelas Surjadi. (Laode)

(GWK/Prokompim)

SHARE