Guru Sambut Perpres Pendidikan Karakter di Sekolah Tasikmalaya

isuPublik.com, Tasikmalaya – DEWAN Koordinasi Nasional Garda Bangsa mengapreasiasi lahirnya peraturan presiden (Perpres) tentang penguatan pendidikan karakter berada di pondok pesantren dan madrasah diniyah yang merupakan pendidikan tidak bisa dipisahkan

Keberadaan pondok pesantren sejak ratusan tahun yang lalu telah memberikan kontribusi penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.

“Melalui madrasah diniyah ribuan kiai dan santri telah menyumbangkan pikiran, tenaga dan darah untuk perjuangan kemerdekaan dan kemajuan bangsa Indonesia dengan terbitnya Perpres 87/2017 tentang penguatan pendidikan karakter. Karena pendidikan tersebut untuk membangun peserta didik atau santri dan bangsa Indonesia secara umum,” kata Ketua Dewan Koordinasi Nasional (DKN) Cuncun Syamsurijal, Sabtu (9/9).

Cuncun mengatakan, terbitnya Perpres tersebut bertujuan untuk melahirkan putra terbaik generasi bangsa yang memiliki nilai luhur bangsa berakhlakul karimah, cinta tanah air, dan senantiasa mengedepankan tolong menolong. Semua itu menurutnya berada di dalam bingkai kebhinekaan dan juga kejujuran, kesopanan serta saling menghormati sesama teman hingga kesopanan.

“Kami sangat mendukung langkah yang dilakukan pemerintah pusat yakni Presiden Joko Widodo, dengan hadirnya Perpres tersebut hadir secara nyata dan turut bertanggung jawab untuk menguatan melalui alokasi APBN dan APBD serta berbagai regulasi untuk penguatan,” ujarnya.

Selain itu, Cuncun mengungkapkan, Jawa Barat merupakan basis santri dan ribuan pesantren menjadi tulang punggung penanaman pendidikan dan karekter peserta didik. Dengan demikian, dalam karakter tersebut ada kebersamaan para ajengan, ulama, tokoh agama untuk tetap mengawal perpres tentang PPK. Karena sebagian keikutsertaan dalam membangun karakter peserta didik menuju masyarakat yang sejahtera lahir dan batin.

Sementara, Kepala Sekolah SD Pengadilan Negri IV Bambang Hermana mengatakan hadirnya Perpres pendidikan karakter yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo tentunya disambut gembira oleh kepala sekolah, guru dan juga madrasah di berbagai daerah. Hal itu bertujuan untuk memberikan penguatan pembelajaran dan pengenalan di sekolah agar peserta didik memahami lingkungan sekolah dan lainnya.

“Kami sangat mendukung karakter pendidikan yang diberlakukan Presiden Joko Widodo agar para pelajar dapat memajukan tumbuhnya budi pekerti mulai dari kekuatan batin, pikiran dan tubuh anak. (Itu juga akan) mengembangkan potensi dirinya agar mereka memiliki kekuatan spiritual keagamaan, kepribadian, pengendalian diri, kecerdasan dan akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan bagi masyarakat bangsa dan negara,” paparnya. (OL-6)

(Sumber Media Indonesia)

SHARE