Indonesia dan China Teken MoU Rp25 Triliun Garap Pulau Bintan

Isupublik.com, Jakarta –  Dalam rangka meningkatkan perdagangan Indonesia dan China, Perwakilan Indonesia di Negeri Tirai Bambu itu turut mempromosikan keunggulan-keunggulan Indonesia di “China Economic Summit” yang diikuti oleh lebih dari 200 pengusaha China (28/12/2021).Forum ini dibesut oleh Asia Brand Group, China Association for Asian Economic Development (CAEDA), dan Taihe Group Limited, di Shanghai.

Duta Besar Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun mengatakan, China selama ini telah menjadi mitra utama investasi dan perdagangan bagi Indonesia. Di masa pandemi, hubungan ekonomi kedua negara semakin kuat dengan beberapa sektor kerja sama yang potensial untuk terus dikembangkan seperti energi dan infrastruktur.

“Dalam forum tersebut telah disepakati 3 MoU kerja sama senilai USD1,76 miliar (Rp25,3 triliun/kurs Rp14.400) untuk sektor keuangan, energi baru dan logistik sebagai komitmen para pebisnis Indonesia dan China untuk bersama-sama membangun Pulau Bintan,” kata Dubes Djauhari dikutip di laman KBRI Beijing, Jumat (7/1/2022).

3 MoU kerja sama investasi senilai Rp25,3 triliun itu adalah:

  1. Offshore Financial Center Project, dengan Asia Brand Group Holdings Co., Ltd. senilai USD680 juta.

  2. New Energy Project, dengan Easypass Technology Co., Ltd. senilai USD500 juta.

  3. Logistics Port Project, dengan Shanghai Maolin International Trade Co., Ltd senilai USD580 juta.

Dubes Djauhari menambahkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari pelaksanaan diplomasi ekonomi bersama untuk ikut berkontribusi pada percepatan pemulihan ekonomi nasional.

“Kolaborasi bersama Indonesia Incorporated antara perwakilan RI di China dengan berbagai pemangku kepentingan termasuk INACHAM maupun BUMN Indonesia di China merupakan salah satu upaya yang gencar dilaksanakan oleh KBRI Beijing maupun seluruh KJRI di China,” jelasnya.(SINDONEWS.com) 

SHARE