Kompak, 1000 Buruh di Batam Lakukan Vaksin Peringati May Day 2021

Isupublik.com, Batam-Dalam rangka memperingati hari buruh Nasional atau ” May Day” yang jatuh pada hari Sabtu 01 Mei 2021, Ribuan buruh di Batam antusias iķut Vaksinasi secara serentak di Cafe Puas Hati, Batam Centre.

Program Vaksinasi itu diselenggarakan atas kerjasama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Pemko Batam, Polda Kepri, Apindo Kepri, dan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Kepulauan Riau.

Adapun jumlah Vaksinasi yang disediakan yaitu sebanyak 1000 Vaksin untuk 1000 buruh yang ada di Batam. Vaksin yang digunakan adalah jenis AstraZeneca

Ketua DPD FSP LEM SPSI Provinsi Kepri, Syaiful Badri Sofyan, mengatakan, hari ini merupakan hari buruh Nasional yang berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana biasanya buruh di Batam melakukan aksi turun ke jalan, namun tahun ini tetap turun ke jalan tetapi untuk melakukan Vaksin.

“Tentunya kami para serikat buruh tetap memperingati hari buruh ini, hanya saja tahun ini kami tidak turun ke jalan, melainkan ikut andil untuk divaksin.”kata Syaiful Badri Sofyan saat dikonfirmasi, Sabtu (1/5/2021)

Dijelaskan Syaiful, para buruh yang ikut Vaksin sebanyak 1000 buruh yang mana tujuannya adalah untuk mendukung kemajuan dunia usaha dan menjaga produktifitas di tempat kerja supaya terhindar dari Covid-19.

“Banyak juga para buruh yang takut untuk divaksin, nah disini kami memberi rasa nyaman kepada buruh dengan memberikan sembako seusai melakukan Vaksin, karena dengan membagi sembako juga bisa membantu para buruh, jadi setiap buruh yang sudah divaksin kami berikan satu paket sembako.”ujar Syaiful

Menurut Syaiful, memperingati May Day Tahun ini, sepakat cukup dengan Vaksinasi buruh, berbagi sembako dan berbagi takjil untuk sejumlah panti asuhan yang ada di Batam.

“Ada 3 lokasi nantinya takjil yang akan kami bagi yaitu mulai dari Batuampar, Muka Kuning, Tanjung Uncang. Kemudian berlanjut mengantar sembako ke Panti Asuhan Bida Asri Batam Centre.”ungkapnya.

Syaiful berharap pada hari buruh ini, Kedepannya, buruh Batam harus bersatu kompak, istilahnya solidaritas dan sinergi sangat perlu, baik dengan Pemerintah, pengusaha maupun sesama pekerja atau buruh.

“Harus ada regulasi kemajuan dengan skil meningkatkan keterampilan buruh dan perlu untuk mencapai kemajuan harus ada pemahaman bersama,”terangnya

Menurut Syaiful, masalah buruh sering muncul karena komunikasi tidak baik. Maka jadikan lembaga sebagai Forum untuk mencari solusi. Pihaknya yakin jika masalah itu bisa diselesaikan dengan baik tergantung pada komunikasi. (Dayat)