Sabung Ayam Marak di Lengkenat, Aparat Keamanan Tutup Mata

Isupublik.com, Sintang – Maraknya kegiatan judi sabung ayam dan Dadu Kolok-kolok di desa Lengkenat, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang. Praktek judi tersebut di duga sudah berlangsung cukup lama.

Menurut pantauan media ini ke lapangan pada Sabtu (23/1/2021) sore, tampak dengan jelas lokasi tersebut sangatlah ramai.Para pemain judi yang datang menggunakan mobil tidak kurang 50 unit yang tersusun rapi dipinggir jalan  dan ada ratusan sepeda motor.

Lokasi yang digunakan untuk melakukan praktek judi tersebut adalah, kebun karet yang merupakan akses keluar-masuk ke kebun perusahaan kelapa sawit, kurang lebih 150 meter masuk ke dalam.

Jalan menuju kelokasi tepatnya, samping kanan RM Pondawa,  jika dari arah kota Sintang sebelum simpang Lengkenat.

Kendati demikian, awak media ini disuguhi perbuatan yang tidak menyenangkan oleh panitia. Salah satu panitia yang tidak di ketahui namanya mengatakan jika kegiatan tersebut untuk membangun sebuah rumah adat.

” Kegiatan ini bertujuan untuk membangun rumah adat, jadi kalian tidak usah macam -macam, ” tuturnya dengan nada arogan.

Disamping itu, salah seorang panitia lain dengan  lantang Dia menyebutkan, jika sudah pernah menjadi anggota dewan selama 2 periode.

“Saya sudah pernah 2 periode menjadi anggota dewan, pendidikan saya sarjana S2, ” tegasnya.

Anehnya jika ada seorang panitia mantan anggota dewan (DPRD) kok untuk membangun sebuah rumah adat harus menggunakan cara yang melawan hukum. Seperti membuka gelanggang judi sabung ayam dan dadu kolok-kolok. Bukankah untuk membuat suatu bangunan rumah adat bisa dengan membuat proposal yang di ajukan ke pemerintah daerah atau melalui dana desa (DD).

Melihat situasi yang kurang mengenakan para kuli tinta mencoba menggali informasi dari masyarakat sekitar.

Di temui salah seorang warga persis disimpang masuk Kecamatan Sepauk yang enggan menyebutkan namanya ini mengatakan, judi sabung ayam ini sudah berlansung lama.

Sabung ayam tersebut sudah berlangsung cukup lama, tidak kurang 1 tahun, cuman kadang berhenti beberapa bulan, habis itu lanjut lagi, dalam satu minggu mereka melakukan kegiatan kadang 2 hari,kadang 3 hari, setiap hari sabtu,minggu dan senin, ” terangnya.

Padahal pemerintah sudah melarang melakukan kegiatan yang bersifat mengumpulkan orang dalam bentuk ramai karena negeri ini bahkan dunia masih di landa pendemi corona (covid-19),” bebernya.

Anehnya,  kenapa  aparat keamanan Polsek Sepauk dan  khususnya Polres Sintang enggan menertipkan atau membubarkan kegiatan tersebut, seakan-akan sudah terkoordinasi dengan baik.

Terpisah, Kapolsek Sepauk Iptu TY Anang SD saat di hubungi media ini melalui telepon selulernya mengatakan, jika dirinya tidak mengetahui kegiatan judi sabung ayam tersebut.

” Demi Allah  saya tidak tau tempat nya, ” ujarnya.

 

Penulis : Meri Cintya/tim

Editor : Bondan

SHARE