50 Juta Dosis Vaksin Pfizer Bakal Diterima Indonesia

A person receives a dose of the Pfizer BioNTech COVID-19 vaccine at a mass vaccination centre for those aged 18 and over at the Tottenham Hotspur Stadium, amid the coronavirus disease (COVID-19) pandemic, in London, Britain, June 20, 2021. REUTERS/Henry Nicholls *** Local Caption *** Seorang warga menerima dosis vaksin COVID-19 Pfizer BioNTech di pusat vaksinasi masal untuk mereka yang berusia 18 tahun ke atas di Stadium Tottenham Hotspur, di tengah pandemi penyakit virus korona (COVID-19), di London, Britain, Minggu (20/6/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Henry Nicholls/hp/cfo

Iasupublik.com, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan PT Pfizer Indonesia dan BioNTech SE sepakati kerja sama untuk menyediakan 50 juta dosis vaksin Pfizer yang dinamakan BNT 162b2 sepanjang 2021.

Perjanjian ini merupakan bagian dari komitmen global Pfizer dan BioNTech untuk membantu mengatasi pandemi COVID-19. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyambut baik kerja sama pengadaan vaksin Pfizer di Indonesia.

“Dengan bertambahnya stok vaksin 50 juta dosis merek Pfizer ini diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan vaksinasi di Indonesia,” kata Menkes Budi melalui keterangan resminya Rabu (14/7/2021).

PT Pfizer Indonesia dan BioNTech SE menyediakan 50 juta dosis setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) mengeluarkan persetujuan penggunaan dalam kondisi darurat (EUA).

Pfizer dan BioNTech menargetkan untuk memproduksi tiga miliar dosis vaksin COVID-19 secara global sampai dengan akhir 2021, dengan asumsi pelabelan enam dosis yang diperbarui, perbaikan proses secara terus-menerus, perluasan fasilitas produksi yang ada, serta melalui penambahan pemasok baru dan produsen kontrak.

Uji klinis BNT 162b2 Tahap 3 dikembangkan berdasarkan teknologi messenger RNA (mRNA) milik BioNTech, dimulai pada akhir Juli 2020 dan pendaftaran atas produk vaksin ini diselesaikan pada Januari 2021 dengan lebih dari 46.000 peserta.

Peserta terus dimonitor untuk perlindungan dan keamanan jangka panjang selama dua tahun setelah penyuntikan dosis kedua.

BioNTech merupakan pemegang izin edar di Uni Eropa dan pemegang otorisasi penggunaan dalam kondisi darurat di Amerika Serikat (bersama dengan Pfizer), Kanada, dan negara-negara lain sebelum nantinya diajukan permohonan izin edar penuh.

Country Manager PT Pfizer Indonesia Stephen Leung mengapresiasi kerja sama yang telah dijalin antara pihaknya, BioNTech dan Kemenkes. Ia mengatakan perjanjian ini merupakan sebuah langkah penting untuk menghadirkan vaksin COVID-19.

“Hal ini untuk melindungi kesehatan masyarakat di Indonesia, memulihkan perekonomian, dan mempercepat kembalinya kehidupan normal bagi masyarakat Indonesia,” kata Stephen.

Sementara itu Chief Business and Chief Commercial Officer BioNTech, Sean Marett berterimakasih kepada Pemerintah Indonesia atas dukungan dan kepercayaannya terhadap kemampuan pihaknya dalam mengembangkan vaksin yang diyakini dapat mengatasi ancaman pandemi global ini.

“Tujuan kami adalah menyediakan suplai vaksin COVID-19 yang dapat diterima dan efektif bagi banyak orang di seluruh dunia, secepat mungkin,” kata Marett. (IP)

SHARE