Eksekusi Kasus Ilegal Fishing, Terpidana Setor Rp 1,2 Miliar ke Kas PNBP Kejari Natuna

Isupublik.com, – Natuna – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Natuna, Imam MS Sidabutar mengatakan, 30 orang terpidana akan dieksekusi ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) dan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II di Tanjungpinang.

“22 orang terpidana Nakhoda Kapal Ikan Asing ke Rudenim. 1 orang terpidana ilegal fishing, dan 7 orang terpidana tindak pidana umum ke Lapas Kelas II Tanjungpinang,” ujar Kajari usai memberikan arahan di Halaman Kejari Natuna, Senin (14/6/2021).

Kajari juga menjelaskan, terhadap terpidana nahkoda Kapal Ikan Asing (KIA), perkara Tindak Pidana Perikanan (illegal fishing) Kejari Natuna telah mendapatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 1.240.000.000,-.

“Semua disetor melalui kas PNBP Kejaksaan Negeri Natuna,” ucapnya.

Sementara itu, beberapa unit kapal yang menjadi barang bukti nantinya akan dieksekusi dengan cara dimusnahkan, disesuaikan dengan keputusan Pengadilan.

Rencana keberangkatan para terpidana tersebut, akan menggunakan KM Bukit Raya, melalui Pelabuhan Selat Lampa dengan bantuan pengamanan dari Polres Natuna, Selasa (15/6/2021) dini hari.

Sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, Imam Sidabutar menegaskan, seluruh terpidana yang akan dikirim dan petugas yang akan melakukan pengawalan dilakukan rapid tes antigen terlebih dahulu dari pihak RSUD Natuna.

“Terpidana dan petugas, semuanya negatif Covid-19,” tegasnya. (DR)

SHARE