Imigrasi Kelas I Kota Tanjungpinang Gelar Konferensi Pers, Terkait Team Pora  Peraturan Menteri Hukum dan HAM 2022

Isupublik.com, – Tanjungpinang – Coffee Morning dan silaturahmi bersama insan pers terkait program pembentukan team Pora oleh Imigrasi kelas I Tanjungpinang, serta memberikan informasi tentang perpanjangan masa berlaku Paspor 10 tahun,  Senin (10/10/2022) pagi.

Kepala Imigrasi Kelas I Kota Tanjungpinang Khairil Mirza mengatakan ajang silaturahmi dengan rekan media kita gelar setelah kegiatan team Pora( Pengawasan Orang Asing ) di Kantor Walikota Tanjungpinang.

“Team Pora ini adalah team Pembentukan Pengawasan orang asing di wilayah kerja kami yang ada di Tanjungpinang.ada beberapa team termasuk dinas dari Kemenaker, Pariwisata, TNI-POLRI dan Bea Cukai untuk saling bertukar informasi. disamping pelayanan dan juga pengawasan,itu yang menjadi konsentrasi utama pada team Pora,” papar Mirza.

 

Menurut Mirza Team Pora yang akan di bentuk ini untuk melakukan pengawasan baik di perusahaan maupun patroli laut bersama unsur -unsur terkait yang tergabung di dalamnya.

“Kita untuk pembentukannya dibuat team gabungan didalamnya ada TNI-POLRI dan unsur terkait semua akan kita libatkan pengawasan gabungan di perusahaan dan juga melaksanakan patroli laut serta melakukan pengawasan tepi laut dengan unsur terkait,” kata Mirza.

Selain pembentukan team Pora, terkait dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 18 Tahun 2022 merupakan perubahan dari Permenkumham Nomor 8 tahun 2014 tentang Paspor Biasa dan Surat Perjalanan Laksana Paspor.

Disebutkan dalam Pasal 2A ayat (2) Permenkumham Nomor 18 Tahun 2022, paspor biasa (elektronik dan non-elektronik) dengan masa berlaku paling lama 10 tahun hanya diberikan kepada Warga Negara  Indonesia yang telah berusia 17 (tujuh belas) tahun atau sudah menikah. Selain kategori tersebut, paspor diberikan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun.

Khairil Mirza menjelaskan sesuai arahan dari Dirjen Kemenkumham agar masyarakat saat ini untuk bersabar karena saat ini pihaknya sedang melakukan perubahan sistem, yang dimana sistemnya saat ini 5 tahun belum ada perubahan dan juga menyangkut PNBP belum ada keputusan apakah tetap atau kenaikan PNBP itu sendiri.

“Mungkin nanti apakah ada perubahan kita tunggu petunjuk teknis dari pusat, saya yakin ini nasional tidak hanya di Tanjungpinang. Seluruh Imigrasi ketika sudah perubahan sistem pasti semua akan di lakukan 10 tahun. Namun demikian apabila masyarakat yang sudah membuat paspor sampai tahun 2027 masih tetap berlaku, dan juga masyarakat ingin menggantikan bisa melakukan pergantian paspor apabila sistemnya berlaku 10 tahun, pemerintah tidak melarang untuk pergantian paspor,” jelasnya.

Selanjutnya Mirza kembali menegaskan bahwa untuk biaya pembuatan paspor sebesar 350 ribu , dan apabila masa berlaku Paspor sudah habis bisa untuk perpanjangan saja dengan biaya tetap tanpa perubahan data.

” Bisa diperpanjang saja, pergantian saja dengan biaya tetap dengan membawa KTP dan Paspor lama, untuk paspor biasa dengan biaya 350 ribu, dan yang E- Paspor sebesar 650 ribu, ” ujar  Mirza.

Di samping itu, masih di kesempatan yang sama Mirza mengatakan bahwa dirinya akan menindak langsung kepada oknum atau pun anggotanya yang di ketemukan nakal dalam hal mempersulit masyarakat dalam pengurusan pembuatan Paspor.

” Apabila ada aduan masyarakat atau terbukti nyata oknum atau anggota kami yang nakal atau mempersulit hal ini langsung saja laporkan, kami juga ada ruang pengaduan masyarakat, atau secara langsung kepada kami, kami akan menindak tegas oknum atau anggota kami tersebut sesuai Kebijakan kami, ” tegasnya.

Kantor Imigrasi Kelas I Kota Tanjungpinang di setiap hari Jum’at juga menyediakan program Jum’at berbagi berkah untuk masyarakat yang dalam pengurusan di kantor.

” Kami menyediakan sarapan pagi bagi masyarakat yang datang dalam pengurusan pembuatan paspor tentunya ada yang belum sempat sarapan, dan disini kami menyediakanya, ” tutup Mirza (LD/Hms)

SHARE