Meningkatnya Kekerasan Terhadap Anak, DPRD Kota Batam Minta Dinas Terkait Tingkatkan Kinerja

Isupublik.com, Batam – Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Ides Madri meminta agar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Kota Batam untuk meningkatkan kinerjanya dalam melakukan pengawasan.

Pasalnya, belakangan ini kasus kekerasan terhadap anak di Kota Batam sangat menonjol, terutama kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur. Bahkan yang lebih mirisnya lagi pencabulan terhadap anak dibawah umur itu pelakunya ada ayah kandung korban.

Selain itu beberapa waktu lalu juga ada pencabulan terhadap 4 orang anak dibawah umur terjadi di salah satu yayasan panti asuhan di Kecamatan Bengkong Kota Batam, yang pelakunya adalah anak dari pemilik yayasan tersebut.

“Kita dari Komisi IV DPRD Kota Batam ikut prihatin terkait banyaknya kejadian dan korban pencabulan terhadap anak dibawah umur saat ini Kota Batam,” ucap Ides kepada haluankepri.com, Senin 11 Oktober 2021.

Disampaikan Ides, atas banyaknya kejadian kekerasan terhadap anak dibawah umur tersebut, pihaknya meminta kepada instansi dan pihak terkait agar tidak hanya menyelesaikan secara hukum, tapi bagaiman lebih pembinaan kepada rumah tangga itu sendiri.

Pihaknya dari DPRD Kota Batam meminta agar dinas dan instansi terkait untuk lebih meningkatkan fungsi pengawasannya dan semaksimal mungkin. Kalau untuk anggaran pihaknya mendorong jika ada kekurangan.

“Kalau ada kesulitan atau kekurangan anggaran untuk melakukan pengawasan kita akan dorong dan ditambah, supaya kerjanya bisa maksimal. Kita berharap kedepannya tidak terjadi lagi dan kita betul-betul diperkuat dalam pemantauannya,” ujar Ides.

Menurutnya, kejadian yang sudah berhasil diungkap oleh petugas harus tetap diproses sesuai aturan dan hukum yang berlaku agar ada efek jera bagi pelakunya. Sekarang ini anak dibawah umur selain jadi korban juga banyak sebagai pelakunya.

Banyaknya kasus ini juga dampak dari pandemi Covid-19 dan sekolah daring. Sebab, anak-anak hanya belajar dari rumah, sehingga pergaulan anak-anak jadi bebas dan mendapatkan pergaulan yang salah.

“Terkait sudah kita evaluasi bersama instansi terkait dan kita pertanyakan, bagaimana pengawasan dari Dinas P3APPKB Batam. Dalam evaluasi yang dilakukan, kita meminta agar fungsi pengawasan dimaksimalkan, nanti kita akan kembali berkoordiansi dengan Dinas P3APPKB Batam,” ungkap politisi Golkar tersebut.

Dia berharap peran serta orang tua dan elemen masyarakat untuk memonitor kejadian serupa tidak terulang kembali. Pengawasannya harus dimulai dari orang tua untuk mengontrol anak-anaknya masing-masing lebih ketat.

Sebab, saat ini anak dibawah umur juga sangat banyak yang melakukan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kota Batam. Selain pelaku Curanmor juga ada yang menjadi penadah hasil barang curian tersebut.

“Pengontrolan yang paling utama adalah dari orang tua. Bagi yang mempunyai anak yang masih dibawah umur agar tidak lengah dan menjaga anaknya baik-baik. Kepada tokoh masyarakat agar saling membantu dan mengigatkan,” imbuhnya.

Haluan Kepri

SHARE