Sebong Pereh Pesisir, Rumah Warga di Hantam Ombak Keras dan Angin Kencang

Isupublik.com, – Bintan – Suhardi SE DPRD Bintan dari partai nasdem tinjau lokasi rumah warga yang terkena hantaman ombak dan angin kencang. Hal itu ia lakukan saat mendengar adanya laporan, bahwa didaerah tempat ia tinggal ada warga yang bernama mak lena (45) terkena musibah yang mengakibatkan dapur milik mak lena hancur, Rabu (13/01/2021).

Tidak ada korban jiwa pada saat itu, namun rumah Mak Lena (45) yang tinggal di pesisir Sebong Pereh kecamatan Teluk sebong, tanah di bagian dapur rumah nya mulai terkikis, dan roboh.

Saat berada dilokasi, Suhardi SE Anggota DPRD Bintan langsung menyambangi rumah mak lena (45)thn yang kebetulan posisi rumah mak lena tidak jauh dari rumahnya.

Penuturan Anggota DPRD Bintan Suhardi SE saat berada dilokasi mengatakan, bencana yang terjadi dipesisir pantai saat ini memang bukanlah kehendak kita, namun saya sebagai anggota DPRD, wakil rakyat, tentu saya akan memikirkan atas dampak yang terjadi, ini sudah menjadi wacana saya, agar saya dapat memperjuangkannya demi untuk kepentingan masyarakat banyak. Apalagi sekarang ini, masyarakat sangat mengkhwatirkan dengan apa yang terjadi, tuturnya.

“Selain itu, saya juga merupakan warga pesisir Sebong Pereh ini, tentu saya harus bisa lebih merasakan dan melihat langsung saat warga saya terkena musibah, tentu saya akan memperjuangkan aspirasi mereka, karena saya sebagai wakil rakyat yang sudah dipilih oleh masyarakat saya sendiri,” ucap Suhardi.

Terakhir Suhardi mengharapkan, “Mudah-mudahan pemerintah daerah bisa membaca ini, dan melihat langsung sehingga nantinya dapat membuat langkah-langkah selanjutnya, untuk diusulkan ke DPRD. Dan DPRD akan membahasnya agar bisa dimasukan dalam anggaran APBD untuk pembagunan batu miring dan pemecah gelombang air laut di Kecamatan teluk sebong ini,” terangnya.

Bagi yang tertimpa musibah saat ini, bahkan buat masyarakat yang berada di pesisir laut, agar tetap waspada dan hati – hati disaat angin kencang, apalagi sedang musim angin Utara,” tutup Suhardi.

Di waktu yang sama, Mak lena yang berusia berkisar 45 tahun hanya bisa menjelaskan secara umum kepada awak media bahwa pada saat itu berkisar pukul 03.00 Wib, ia melihat gelombang tinggi dan angin kencang datang secara tiba-tiba dan langsung menghancurkan dapur rumahnya.

“Gelombang tinggi dan angin datang sekitar pukul 3.00 wib.(Subuh) pak, tapi hanya dapur saya saja yang terkena terjangan ombak dan angin kencang,” kata mak lena.

(Laode)

SHARE