Terkait Pembunuhan Kucing di Tanjung Sengkuang Batam, Ketua Perkumpulan Mubaligh Kepri Angkat Bicara

Isupublik, Batam – Maraknya penyiksaan dan pembunuhan hewan jenis kucing di Indonesia, membuat sejumlah kalangan geram dan prihatin. Tak sedikitnya pelaku pembunuhan hewan jenis kucing yang terjadi dipenjuru nusantara.

 

 

Berbagai alibi yang dikatakan pelaku ketika membunuh hewan jenis kucing. Ada yang beralasan kelainan jiwa, kebiasaan, dan bahkan anehnya ada yang  dikonsumsi sebagai obat.

 

 

Seperti yang baru terjadi di Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Kepulauan Riau, pada Rabu, 17 Februari 2021. Hewan peliharaan jenis kucing dibunuh seorang pria paruh baya dengan menggunakan kampak dengan alasan untuk dikonsumsi.

 

 

Menanggapi hal tersebut, membuat Ketua Perkumpulan Muballigh Kepri, Ust. Maryono, S.Ag, angkat bicara.

 

 

Menurut Maryono, pihaknya merasa prihatin atas beberapa kejadian pembunuhan hewan jenis kucing di Indonesia terutama yang baru terjadi di Kota Batam.

 

 

Maryono yang juga Ketua Pecinta Kucing Nusantara (KPKN) menjelaskan, ada 3 sisi yang diambil kesimpulan dari kejadian ini  dengan alasan untuk dikonsumsi.

 

 

” Pertama, dari sisi agama Islam, hal itu dilarang. Berdasarkan hadist nabi yang diriwayatkan oleh At-Tarmidzi dan Abu Dawud bahwa kucing itu adalah bagian yang tidak boleh diperjualbelikan dan dikonsumsi,” ujarnya, Kamis (18/2/2021).

 

 

Lanjut Maryono, disisilain diperbolehkan dengan catatan hanya sebagai pengganti rugi, suatu contoh orang yang membeli kucing dengan alasan memberikan upah atau ganti rugi makanannya.

 

 

“Sama halnya dengan jual beli kotoran sapi, kalau jualan kotorannya saja tidak boleh, tapi kalau sebagai pengantinnya katakanlah untuk pupuk,  maka itu boleh-boleh saja,” bebernya.

 

 

Kedua lanjut Dia,, dari segi medis, memakan daging kucing itu sama sekali tidak memiliki khasiat apapun untuk obat, bahkan malah menimbulkan bahaya dan tidak bisa untuk mengobati darah tinggi atau tensi.

 

 

” Ketiga, dari kejadian tersebut juga bisa karena dari segi pengaruh ekonomi. Sebab di Batam ini sekarang masih ada orang yang memakan monyet dengan alasan sudah lama tidak makan daging, karena susahnya ekonomi.” Ungkap Maryono

 

 

Hikmahnya, Maryono berharap kepada pemerintah  pentingnya dilakukan sosialisasi kepada masyaakat, agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Karena masih ada orang mengkonsumsi daging kucing itu dengan alasan untuk obat.

Pentingnya peningkatan ekonomi, maka pemerintah perlu sosialisasi demi tidak terjadi hal yang serupa,” pungkasnya.

Penulis : Dayat

Editor : Bondan